Pages

Tuesday, November 26, 2013

sejarah filsafat

SEJARAH Filsafat

             Filsafat muncul di Yunani semenjak kira-kira abad 7 SM. Filsafat muncul di Yunani karena di Yunani tidak ada kasta pendeta sehingga secara intelektual orang lebih bebas, tidak seperti di daerah yang beradab lain kala itu seperti Babilonia, Yudea (israel) atau Mesir. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai memikirakan dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia, dan lingkungan di sekitar mereka dan tidak menggantungkan diri kepada mitos atau dongeng-dongeng lagi untuk mencari jawaban atas petanyaan-pertanyaan ini.
            Setelah pada abad ke-6 SM muncul sejumlah ahli pikir yang menentang adanya mitos. Keadaan yang demikian ini sebagai suatu demitologi, yang berarti suatu kebangkitan pemikiran untuk menggunakan akal pikiran dan meninggalkan hal-hal yang sifatnya mitologi. Timbullah peristiwa ajaib The Greek Miracle, yang nantinya dapat dijadikan sebagai landasan peradaban dunia.
            Beberapa faktor yang menjadikan filsafat yunani lahir:
a.       Kaya akan mitos (dongeng), seperti syair Homerus, Orpheus, dan lain-lain.
b.      Karya Hormeus mempunyai kedudukan yang sangat penting untuk pedoman hidup orang-orang Yunani.
c.       Pengaruh ilmu pengetahuan yang berasal dari Babylonia di lembah sungai nil.
YUNANI KUNO
            Periode Yunani kuno ini biasa disebut sebagai periode filsafat alam. Karena pada periode ini ditandai dengan munculnya para ahli fikir alam. Para pemikir filsafat Yunani yang pertama berasal dari miletos, sebuah kota perantauan Yunani yang terletak di pesisir Asia kecil.
1.      Thales
Thales adalah salah satu dari tujuh orang bijaksana ( Seven Wise Men of Greece ). Aristoteles memberi gelar The Father of Philosophy, juga menjadi penasihat teknis ke-12 kota lonia. Salah satu jasanya yang besar adalah meramal gerhana matahari pada tahun 585 SM.
Menurut pendapatnya semua yang berasal dari air sebagai materi dasar kosmis. Dari pendapat itu dapat di artikan bahwa apa yang disebut sebagai arche (asas pertama dari alam semesta) adalah air. thales, semua berasal dari air dan semua akan kembali menjadi air, dan bahwa buni terletak di atas air dan merupakan bahan yang muncul dari air yang terapung di atasnya.
2.      Anaximandros
Ia merupakan orang pertama yang membuat peta bumi.
Pemikirannya, dalam memberikan pendapat tentang arche (asas pertama alam semesta), ia tidak menunjuk pada salah satu unsur yang dapat diamati oleh indra, tetapi ia menunjuk dan memilih pada sesuatu yang tidak dapat diamati indera yaitu apeironi yang tak terbatas.
3.      Phytagoras
Polykrates yang bersifat tirani. Dilahirkan di pulau Samos, lonia. Pindah ke kota Kroton, italia selatan karena tidak setuju dengan pemerintahan.
Pemikirannya, substansi dari semua benda adalah bilangan, dan gejala alam merupakan pengungkapan indrawi dan perbandingan-perbandingan matematis, angka 1-10 memiliki kekuatan dan arti sendiri.
Phytagoras lah yang mengatakan pertama kali bahwa alam semesta itu merupakan satu keseluruhan yang teratur. Keharmonisan dapat tercapai dengan menggabungkan hal-hal yang berlawanan, seperti:
-          Terbatas, tak terbatas                          - ganji, genap
-          Satu, banyak                                       - Laki-laki, Perempuan
-          Diam, Gerak                                        - Lurus, Bengkok
-          Baik, Buruk                                         - Baik, Buruk
-          Terang, Gelap                                      - Kanan, Kiri
4.      Xenophanes
Ia lebih tepat dikatakan penyairdari pda ahli fikir (filosof), hanya karena ia mempunyai nalar yang kritis dan mempelajari pemikiran-pemikiran filsafat pada saat itu.
Pendapatnya yang termuat dalam kritik terhadap Homerus dan Horodetus, ia membantah adanya antropomorfisme tuhan-tuhan (seakan Tuhan manusia). Kritik ini ditujukan kepada anggapan-angapan lama yang berdasar pada mitologi.
5.      Heraclitos
Lahir di Ephesus dan mendapat julukan si gelap karena untuk menelusuri gerak pikirannya sangat sulit.
Pemikiran filsafatnya terkenal dengan filsafat menjadi. Ucapannya yang terkenal: Panta rhei kai uden menci, artinya segala sesuatunya mengalir bagaikan arus sungai dan tidak satu orang pun dapat masuk ke sungai yang sama dua kali. Alasannya, karena air sungai yang pertama telah mengalir, berganti dengan air yang berada di belakangnya.
Menurut pendapatnya, di dalam arche terkandung sesuatu yang hidup (seperti roh) yang disebutnya sebagai logos (akal atau semacam wahyu).
6.      Parmenides
Lahir di kota Elea dan dialah yang pertama kali memikirkan tentang hakikat tentang ada (being).
Menurut pendapatnya, apa yang disebut sebagai realitas adalah bukan gerak dan perubahan melainkan yang ada (being) itu ada. Yang ada tidak dapat hilang atau menjadi ada, dan yang tidak ada tidak mungkin muncul menjadi ada, yang tidak ada adalah tidak ada, sehingga tidak dapat dipikirkan. Yang dapat dipikirkan hanyalah yang ada saja, yang tidak ada tidak dapat dipikirkan
Jadi, yang ada (being) itu satu, umum, tetap, dan tidak dapat dibagi-bagi karena membagi yang ada akan menimbulkan atau melahirkan banyak yang ada, dan itu tidak mungkin.
7.      Zeno
      Lahir di Elea dan murid Parmenides. Menurut Aristoteles, Zeno-lah yang menemukan dialektika, yaitu suatu argumentasi yang bertitik tolak dari suatu pengandaian atau hipotesis, dan dari hipotesis tersebut ditarik kesimpulan.
      Sebagai contoh dalam mengemukakan hipotesis terhadap melawan gerak adalah sebagai berikut:
a.       Anak panah yang dilepaskan dari busurnya sebagai hal yang tidak bergerak karena pada setiap saat anak panah tersebut terhenti di suatu tempat tertentu.
b.      Achiles si jago lari yang termasyhur dalam mitologi Yunani tidak dapat menang melawan kura-kura, karena kura-kura berangkat sebelum Achiles, sehingga Achiles lebih dahulu harus melewati atau mencapai titik dimana kura-kura berada saat dia berangkat.
8.      Democritus
Lahir di kota Abdera di pesisir Thrake di Yunani Utara. Dari kary-karyanya dia telah mewariskan sebanyak 70 karangan tentang bermacam-macam masalah, seperti kosmologi, matematika, astronomi, logika, etika, teknik, music, puisi, dll.
Pemikirannya, bahwa realitas bukanlah satu, tetapi terdiri dari banyak unsure dan jumlahnya tak terhingga. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian materi yang sangat kecil yang disebut atom.
Menurut pendapatnya, atom-atom itu selalu bergerak, berarti harus ada ruang kosong. Maka, Democritus berpendapat bahwa realitas itu ada dua, yaitu atom itu sendiri (yang penuh) dan ruang tempat atom bergerak (yang kosong).
YUNANI KLASIK
            Yunani klasik diawali oleh Sofisme. Sofisme berasal dari kata sophos yang berarti cerdik, pandai. Keahliannya dalam bidang politik, bahasa, retorika, dan terutama tentang kosmos.
Antara kaum Sofis dan Socrates mempunyai hubungan yang erat sekali. Mereka itu hidup sdalam satu zaman. Pokok permasalahan pemikiran mereka juga sama, yaitu manusia. Perbedaan antara kaum sofis dengan Socrates adalah bahwa pemikiran filsafat Socrates sebagai suatu reaksi dan kritik terhadap pemikiran kaum Sofis.
Terdapat 3 faktor yang mendorong timbulnya kaum sofis, yaitu:
a.       Perkembangan secara pesat kota Athena dalam bidang politik dan ekonomi.
b.      Kota Athena sebagai pusat politik sehingga peranan pendidikan sangat penting untuk mendidik kaum muda.
c.       Terbukanya masyarakat Yunani terhadap budaya luar akan membuat orang-orang Yunani menjadi dinamis dan berkembang.
1.      Gorgias (salah satu sofisme)
Pendapatnya, yang penting adalah bagaimana dapat meyakinkan orang lain agar menerima pendapat kita.
Pemikirannya yang penting yaitu:
a.       Mencari keterangan tentang asal-usul yang ada.
b.      Bagaimana peran manusia sebagai makhluk yang mempunyai kehendak berfikir.
c.       Norma yang sifatnya umum tidak ada, yang ada norma yang individualistis (subjektivisme).
d.      Bahwa kebenaran tidak dapat diketahui sehingga ia termasuk penganut Skeptisisme.
Aspek positif dari Sofisme adalah mempengaruhi kebudayaan Yunani, yaitu suatu revolusi intelektual, dan mengangkat manusia sebagai objek pemikiran filsafat.
2.      Socrates
Adalah anak seorang pemahat Sohroniscos, dan ibunya bernama Phairnarete, yang pekerjaannya seorang bidan. Istrinya bernama Xantipe, yang dikenal galak dan keras.
Pemikiran filsafatnya untuk menyelidiki manusia secara keseluruhan. Yaitu dengan menghargai nilai-nilai jasmaniah dan rohaniah yang keduanya tidak dapat dipisahkan karena dengan keterkaitan kedua hal tersebut banyak nilai yang dihasilkan.
Setiap mengajarkan pengetahuannya Socrates tidak memungut bayaran kepada murid-muridnya. Maka ia kemudian oleh kaum sofis sendiri dituduh memberikan ajaran barunya, merusak moral para pemuda, dan menentang kepercayaan Negara. Kemudian ia ditangkap dan akhirnya dihukum mati dengan minum racun pada umur 70 tahun yaitu pada tahun 399SM.
3.      Plato
Lahir di Athena dengan nama asli Aristocles. Ia belajar filsafat dari Socrates, Pythagoras, Heracleitos, dan Elia.
Sebagai titik tolak pemikiran filsafatnya, ia mencoba menyelesaikan permasalahan lama antara Heracletos; yang benar yang berubah-ubah, Parmenidas; yang benar yang tetap. Pengetahuan yang diperoleh lewat indra disebutnya pengetahuan indra, pengetahuan yang diperoleh lewat akal disebut pengetahuan akal.
Plato menerangkan bahwa manusia sesungguhnya berada dalam dua dunia, yaitu dunia pengalaman yang bersifat tidak tetap, serta dunia  ide yang bersifat tetap. Dunia yang sesungguhnya atau realitas itu adalah dunia ide.
Plato mengemukakan bahwa terdapat beberapa masalah bagi manusia yang tidak pantas apabila tidak mengetahuinya. Masalah tersebut adalah sebagai berikut:
a.       Manusia mempunyai Tuhan sebagai penciptanya.
b.      Tuhan mengetahui segala sesuatu yang diperbuat manusia.
c.       Tuhan hanya dapat diketahui dengan cara negatif, tidak ada ayah, anak, dll.
d.      Tuhanlah yang menjadikan alam ini dari tidak mempunyai peraturan menjadi mempunyai peraturan.
Puncak pemikiran filsafat Plato adalah tentang negara, yang tertera dalam Polites dan Nomoi. Sedangkan konsep Plato tentang etika sama seperti Socrates, yaitu tujuan hidup manusia adalah hidup yang baik (eudaimonia atau well-being).
Menurut Plato, didalam negara yang ideal terdapat tiga golongan berikut:
a.       Golongan yang tertinggi (para penjaga, para filsuf)
b.      Golongan pembantu (prajurit, yang bertugas untuk menjaga keamanan negara)
c.       Golongan rakyat biasa (petani, pedagang, tukang)
Tugas negarawan adalah menciptakan keselarasan antara semua keahlian dalam negara (polis) sehingga mewujudkan keseluruhan yang harmonis. Apabila suatu negara telah mempunyai undang-undang dasar, bentuk pemerintahan yang paling tepat adalah monarki. Sementara apabila suatu negara belum mempunyai undang-undang dasar maka  bentuk pemerintahan yang tepat adalah demokrasi. Konsep tata negara ini tertera dalam politea (tata negara).
4.      Aristoteles
Lahir di Stageira Yunani Utara pada tahun 384 SM. Karya-karya Aristoteles berjumlah delapan pokok bahasan, yaitu:
a.       Logika, terdiri dari :
-          Categoriac (kategori-kategori)
-          De interpretation (perihal penafsiran)
-          Analytica Priora (Analitika logika yang lebih dahulu)
-          Analytica Posteriora (Analitika logika yang kemudian)
-          Topica
-          De sophistics elenchis (tentang cara berargumentasi kaum sofis)
b.      Filsafat alam, terdiri dari:
-          Phisica
-          De caelo (perihal langit)
-          De generatione et corruption (tentang timbul-hilangnya makhluk-makhluk jasmani)
-          Meteorologica (ajaran tentang badan-badan jagad raya)
c.       Psikologi, terdiri dari :
-          De anima (perihal jiwa)
-          Parva naturalia (karangan-karangan kecil tentang pokok-pokok alamiah)
d.      Biologi, terdiri dari :
-          De partibus animalium (perihal bagian-bagian binatang)
-          De mutu animalium (perihal gerak binatang)
-          De incessu animalium (tentang binatang yang berjalan)
-          De generatione animalium (perihal kejadian binatang-binatang)
e.       Metafisika, oleh Aristoteles dinamakan sebagai filsafat pertama atau theologica.
f.       Etika, terdiri dari :
-          Ethica Nicomachea
-          Magna moralia (karangan besar tentang moral)
-          Ethica Eudemia
g.      Politik dan ekonomi, terdiri dari :
-          Politics
-          Economics
h.      Retorika dan poetika, terdiri dari :
-          Rhetorica
-          Poetica
MASA KEKOSONGAN
1.      Filsafat Hellenisme
Sepeninggal Aristoteles terjadi kekosongan selama lima abad, sehingga tidak ada ahli fikir yang menghasikan buah pemikiran filsafatnya layaknya Plato dan Aristoteles. Kekosongan itu sendiri di isi oleh aliran-aliran seperti: Epikurisme, Stoaisme, Skeptisisme, dan Neoplatonisme. Menurut sejarah filsafat, masa ini (sesudah Aristoteles) disebut Hellenisme. Filsafat Hellenisme ini dimulai pada pemerintahan Alexander Agung (356 – 23 SM) atau Iskandar Zulkarnain raja Macedonia.
a.       Epicurisme
Tokohnya adalah Epicurus (341 – 271 SM), lahir di Samos dan mendapatkan pendidikan di Athena.
Ajarannya, bagaimana manusia bahagia dalam hidupnya. Epicurus mengemukakan bahwa agar manusia mendapat kebahagiaan harus memperoleh ketenangan jiwa terlebih dahulu. Terdapat 3 ketakutan dalam diri manusia seperti berikut:
-          Manusia takut terhadap kemarahan dewa.
-          Manusia takut terhadap kematian.
-          Manusia takut terhadap nasib.
b.      Stoaisme
Tokohnya adalah Zeno (366 – 264 SM) yang berasal dari Citium, Cyprus. Pokok ajarannya adalah bagaimana manusia dalam hidupnya dapat bahagia. Untuk mencapai kebahagiaan tersebut manusia harus harmoni terhadap dunia (alam) dan harmoni dengan dirinya sendiri.
c.       Skeptisisme
Tokoh skeptisisme adalah Pyrrhe (360 – 270 SM). Ajarannya, bagaimana cara manusia agar dapat hidup berbahagia. Hal ini menengarai bahwa sebagian besar manusia itu hidupnya tidak bahagia, sehingga manusia sukar mencapai kebijaksanaan.
ABAD PERTENGAHAN
Pada abad pertengahan peradaban Yunani jatuh ketangan kekuasaan Romawi. Didalam masa inilah mulai berkembang kembali filsafat dan filosof-filosof setelah kurang lebih 5 abad belum memunculkan ahli fikir (filosof). Filsafat barat abad pertengahan (476 – 1492 M) juga dapat dikatakan “abad gelap”. Ciri-ciri pemikiran filsafat abad pertengahan adalah:
-          Cara berfilsafatnya dipimpin oleh gereja
-          Berfilsafatnya didalam lingkungan ajaran Aristoteles
-          Berfilsafat dengan pertolongan Agustinus dan lain-lain.
Masa abad pertengahan ini terbagi menjadi dua masa yaitu masa Patristik dan masa Skolastik. Masa Skolastik terbagi menjadi Skolastik Awal, Skolastik Puncak, dan Skolastik Akhir.
1.      Masa Patristik
Istilah patristic berasal dari kata latin pater atau bapak, yang artinya pemimpin gereja. Pada masa ini muncul upaya untuk membela agama Kristen, yaitu apologis (pembela iman Kristen) dengan kesadarannya membela iman kristen dan serangan filsafat Yunani. Para pembela iman Kristen tersebut adalah Justinus Martir, Irenaeus, Klemens, Origenes, Gregorius, Nissa, Tertullianus, Diosios Arepagos, Au-relius Augustinus.
a.       Justinus Martir
Menurut pendapatnya, agama Kristen bukan agama baru karena Kristen lebih tua dari filsafat Yunani, dan Nabi Musa dianggap sebagai awal kedatangan Kristen. Karena, Musa hidup sebelum Socrates dan Plato.
Orang-orang Yunani terpengaruh oleh demon atau setan. Demon atau setan dapat mengubah pengetahuan yang benar kemudian dipalsukan. Jadi, agama Kristen lebih bermutu disbanding dengan filsafat Yunani. Demikian pembelaan Justinus Martir.
b.      Klemens (150 – 215)
Pokok-pokok pemikirannya adalah sebagai berikut:
-          Memberkan batasan-batasan terhadap ajaran Kristen untuk mempertahankan diri otoritas filsafat Yunani.
-          Memerangi ajaran yang anti terhadap Kristen dengan menggunakan filsafat Yunani.
-          Bagi orang Kristen, filsafat dapat dipakai untuk membela iman Kristen, dan memikirkan secara mendalam.
c.       Tertullianus (160 – 215)
Pemikirannya, bahwa wahyu tuhan sudah cukup. Tidak ada hubungan antara Yerussalem (pusat agama) dengan Yunani (pusat filsafat). Ia mengatakan bahwa disbanding dengan cahaya Kristen, segala yang dikatakan filosof Yunani dianggap tida penting. Akan tetapi lama kelamaan, Tertullianus akhirnya menerima juga filsafat sebagai cara berfikir yang rasional.
d.      Augustinus (354 – 430)
Ia diakui keberhasilannya dalam membentuk filsafat Kristen yang berpengaruh besar dalam filsafat abad pertengahan sehingga ia dijuluki sebagai guru skolastika yang sejati.
Ajaran Agustinus berhasil menguasai sepuluh abad, dan mempengaruhi pemikiran eropa. Itu dikarenakan ajarannya lebih bersifat sebagai metode dari pada suatu system sehingga ajarannya mampu meresap hingga masa skolastik.
2.      Masa Skolastik
Istilah Skolastik adalah kata sifat yang berasal dari kata school, yang berarti sekolah. Jadi, skolastik berarti aliran atau yang berkaitan dengan sekolah. Terdapat beberapa pengertian dari corak khas skolastik, sebagai berikut:
a.       Filsafat yang mempunyai corak semata-mata agama.
b.      Filsafat yang mengabdi pada teologi atau filsafat yang rasional.
c.       Suatu sstem yang termasuk jajaran pengetahuan alam kodrat.
d.      Filsafat Nasrani karena banyak dipengaruhi oleh jajaran gereja.
Filsafat Skolastik ini dapat berkembang dan tumbuh karena beberapa faktor berikut:
a.       Faktor Religius
b.      Faktor Ilmu Pengetahuan
Masa Skolastik terbagi menjadi tiga periode, yaitu:
a.       Skolastik Awal (800 – 1200)
Skolastik Awal merupakan zaman baru bagi bangsa eropa. Hal ini ditandai dengan skolastik yang didalamnya banyak diupayakan pengembangan ilmu pengetahuan di sekolah-sekolah. Kurikulum pengajarannya meliputi studi duniawi atau artes liberales, meliputi tata bahasa, retorika, dialektika (seni berdiskusi), ilmu hitung, ilmu ukur, ilmu perbintangan, dan musik.
Diantara tokoh-tokohnya adalah Aquinas (735 – 805), Johannes Scotes Eriugena (815 – 870), Peter Lombard (1100 – 1160), John Salisbury (1115 – 1180), Peter Abaelardus (1079 – 1180).
b.      Skolastik Puncak (1200 – 1300)
Masa ini merupakan kejayaan skolastik yang berlangsung singkat dan masa ini juga yang disebut masa berbunga. Berikut ini beberapa faktor mengapa masa skolastik mencapai puncaknya.
-          Adanya pengaruh dari Aristoteles, Ibnu Rusyd, Ibnu Sina sejak abad ke-12.
-          Tahun 1200 didirikan Universitas Almamater di Perancis.
-          Berdirinya ordo-ordo. Banyaknya perhatian orang terhadap ilmu pengetahuan. Tokoh-tokohnya memegang peran di bidang filsafat dan teologi.
Albertus Magnus :  ia juga dikenal sebagai sendekiawan abad pertengahan. Di Universitas Padua ia belajar artes liberals,  belajar teologi do Boulogna, dan masuk ordo Dominican tahun 1223.
Thomas Aquinas :  karya Thomas telah menandai taraf yang tinggi dari aliran Skolastisme pada abad pertengahan. Thomas menyadari bahwa tidak dapat menghilangkan unsure Aristoteles. Masuknya unsure Aristoteles ini didorong oleh kebijakan pimpinan gereja Paus Urbanus V (1366).
c.       Skolastik Akhir (1300 – 1450)
Masa ini ditandai dengan adanya rasa jemu terhadap segala macam pemikiran filsafat yang menjadi kiblatnya sehingga memperlihatkan stagnasi (berhenti). Diantara tokoh-tokohnya adalah William ocham, Nicolaus Cusasus.
William Ocham : menurut pendapatnya, pikiran manusia hanya dapat mengetahui barang-barang atau kejadian-kejadian individual. Ia membantah anggapan skolastik bahwa logika dapat membuktikan doktrin teologis. Hal ini akan membawa kesulitan dirinya yang pada waktu itu sebagai penguasanya Paus John XXII.
Nicolas cusasus : ia sebagai tokoh pemikir yang berada paling akhir masa skolastik. Menurut pendapatnya terdapat tiga cara untuk mengenal yaitu lewat indera, akal, dan intuisi. Pemikiran Nicolas ini sebagai upaya mempersatukan seluruh pemikiran abad pertengahan yang dibuat ke suatu sintersis yang lebih luas.
3.      Masa Peralihan
Pada masa peralihan diisi dengan gerakan kerohanian yang bersifat pembaharuan. Masa peralihan ini ditandai dengan munculnya renaissance, humanisme, dan reformasi yang berlangsung antara abad ke-14 hingga ke-16.
a.       Renaissance
Atau kelahiran kembali di Eropa ini merupakan suatu gelombang kebudayaan dan pemikiran yang dimulai di italia. Diantara tokoh-tokohnya adalah Leonardo da Vinci, Michelangelo, Machiavelli, dan Giordan Bruno.
b.      Humanisme
Humanisme menjadi gerakan untuk kembali melepaskan ikatan dari gereja dan berusaha menemukan kembali sastra Yunani atau Romawi. Diatara para tokohnya adalah Boccaccio, Petrarcus, Lorenco Vallia, Eramus, dan Thomas Morre.
c.       Reformasi
Reformasi merupakan revolusi keagamaan di Eropa Barat pada abad ke-16. Para tokohnya antara lain Jean Calvin dan Martin Luther.
FILSAFAT MODERN
Zaman modern dimulai sejak adanya krisis zaman pertengahan selama dua abad (14 – 15), yang dia tandai dengan munculnya gerakan Renaissance yang memberkan banyak aspek realitas.
Bermula dari William Ockham yang mengetengah kan via moderna (jalan modern) dan via antique (jalan kuno). Akibatnya, manusia didewa-dewakan dan manusia tidak lagi memusatkan pikirannya kepada Tuhan dan surga.
Dalam era filsafat modern, muncullah berbagai aliran pemikiran seperti Rasionalisme, Empirisme, Idealisme, Positivisme, Evolisionis, Materialisme, Neo-Kantisanisme, Pragmatisme, Filsafat Hidup, Fenomologi, Eksistensisalisme, dan Neo-Thomisme.
1.      Rasionalisme
Dipelopori oleh Rene Descartes, yang disebut sebagai bapak filsafat modern. Yang harus dipandang sebagai hal yang besar adalah apa yang jelas dan terpilah (clear and distinctively). Latar belakang munculnya rasionalisme adalah keinginan untuk membebaskan diri dari segala pemikiran tradisional (skolastik)
2.      Empirisme
Tokoh-tokohnya adalah Thomas Hobbes, John Locke, dan David Hume, yang beranggapan bahwa pengetahuan yang bermanfaat, pasti dan benar hanya diperoleh lewat indera (pemimpi) dan empirilah satu-satunya sumber pengetahuan. Pemikiran tersebut lahir dengan nama empirisme.
3.      Kritisisme
Aliran ini muncul abad ke-18 dan zaman baru ini disebut zaman pencerahan (Aufklarung). Sebagai latar belakangnya, manusia melihat adanya kemajuan ilmu pengetahuan (ilmu psikologi, biologi, filsafat, dan sejarah) telah mencapai hasil yang menggembirakan.
Isaac Newton memberika dasar-dasar yang berfikir dengan induksi, yaitu pemikiran yang bertitik tolak pada gejala-gejala dan mengembalikan kepada dasar-dasar yang sifatnya umum.
Seorang filusuf jerman Imanuel Kant mencoba mengikuti rasionalisme, tetapi kemudian terpengaruh oleh empirisme (hume). Pemikirannya, semua pengetahuan bersumber pada akal (rasionalisme) tetapi adanya pengertian timbul dari benda (empirisme). Ibarat burung terbang harus mempunyai sayap (rasio) dan udara (empiri). Jadi metode berpikirnya disebut metode kritis. Walaupun ia mendasarkan diri pada nilai yang tinggi dari akal, tetapi ia tidak mengingkari adanya persoalan-persoalan yang melampaui akal.
Kant merasa puas tentang ilmu pengetahuan yang dibatasi secara kritis. Artinya, gerak yang menimbulkan tesis, kemudian menimbulkan anti tesis (gerak bertentangan), kemudian timbul sintesis yang merupakan tesis baru, yang nantinya menimbulkan antithesis dan seterusnya. Inilah yang disebut sebagai dialektika.